Thursday, January 29, 2015

PEDOMAN PENYUSUNAN PROPOSAL USAHA

PEDOMAN PENYUSUNAN PROPOSAL USAHA

A. LATAR BELAKANG
Untuk menunjang program pengembangan kemahasiswaan, khususnya pengembangan yang bertumpu pada pilar ketiga POLBANGMAWA, yaitu pendekatan dunia kerja – dengan program pengembangan iklim kewirausahaan bagi mahasiswa, maka diperlukan banyak informasi, pengetahuan, ketrampilan, dan pengalaman kewirausahaan yang harus disajikan.

Salah satu ketrampilan yang diharapkan dapat dikuasai oleh mahasiswa dalam bidang kewirausahaan adalah ketrampilan dalam menyusun proposal rencana usaha. Ketrampilan menyusun proposal rencana usaha penting untuk dikuasai oleh mahasiswa peserta program kewirausahaan karena tiga alasan (1) proposal usaha merupakan representasi pengetahuan dan penguasaan mahasiswa terhadap usaha yang akan dijalankan, (2) proposal usaha merupakan representasi asumsi terhadap prospek usaha, (3) proposal usaha merupakan tolok ukur dan panduan untuk melaksanakan kegiatan usaha.

Dengan pertimbangan tersebut diatas, maka “Pedoman Penyusunan Proposal Usaha Untuk Program Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Negeri Malang” diterbitkan sebagai satu kelengkapan materi kegiatan pelatihan kewirausahaan mahasiswa, serta sebagai kelengkapan panduan untuk dosen pembimbing dalam rangka mendampingi dan mengarahkan mahasiswa bimbingannya.

B. TUJUAN

Pedoman penyusunan proposal usaha Program Kewirausahaan Mahasiswa Unuversitas Negeri Malang disampaikan dengan tujuan untuk:
  1. Digunakan sebagai standar acuan penyusunan proposal usaha untuk program Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Negeri Malang tahun anggaran 2009.
  2. Digunakan sebagai pedoman untuk melaksanakan pembimbingan bagi calon dosen pendamping program Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Negeri Malang tahun anggaran 2009.
  3. Digunakan sebagai kelengkapan evaluasi kelayakan rencana usaha yang diusulkan oleh mahasiswa dalam rangka pelaksanaan program Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Negeri Malang tahun anggaran 2009.
  4. Digunakan sebagai standar acuan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan usaha mahasiswa pada program Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Negeri Malang tahun anggaran 2009.

C. FORMAT
Penulisan proposal usaha harus memenuhi syarat-syarat tatatulis dan format sebagai berikut:
  1. Ukuran kertas : A 4
  2. Warna sampul : Putih
  3. Font : 12 point
  4. Huruf : Times New Roman
D. SISTEMATIKA PROPOSAL
Halaman Sampul

Halaman Pengesahan
BAB. I. PENDAHULUAN
  • Judul Kegiatan: Uraikan secara singkat dan jelas jenis kegiatan /usaha yang akan dilakukan.
  • Status Usaha: Jelaskan status usaha yang akan dilakukan, usaha baru atau pengembangan.
  • Rasional Kegiatan: Uraikan secara jelas alasan yang melatar-belakangi dipilihnya kegiatan usaha yang akan dilakukan,
  • Tujuan Kegiatan: Uraikan tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan usaha yang akan dilakukan.
BAB. II. METODOE PELAKSANAAN
  • Produk: Uraikan jenis produk (barang/jasa) yang akan dijual, karakteristik produk, kualitas dan kuantitas produk yang ditawarkan
  • Bahan Baku: Uraikan jenis bahan baku yang akan digunakan untuk produksi, tingkat ketersediaan bahan baku, prosedur perolehan bahan baku. Sumber bahan baku.
  • Proses Produksi: Uraikan alur proses produksi, teknologi yang digunakan, ketrampilan tenaga kerja yang dibutuhkan, jumlah tenaga kerja yang terlibat.
  • Pemasaran: Uraikan dengan jelas katagori/kelas dan perkiraan jumlah konsumen yang dibidik, strategi pemasaran yang dilakukan, sebutkan daerah cakupan pemasaran lokal/regional/nasional.
  • Tempat Produksi: uraiakan dengan jelas alamat tempat usaha dilakukan, jelaskan karakteristik tempat usaha, uraikan pula pengaruhnya terhadap prospek usaha.
BAB. III. TARGET LUARAN
  • Target produk: Uraikan jenis produk (barang/jasa) yang akan dijual, karakteristik produk, kualitas dan kuantitas yang akan ditawarkan.
  • Target konsumen: Uraiakan jenis dan jumlah calon sasaran yang ditargetkan akan menjadi konsumen.
  • Target pendapatan: Uraiakan jumlah pendapatan yang ingin dicapai.
BAB.IV. RENCANA BIAYA
  • Rencana biaya usaha: Jelaskan secara rinci rancangan usaha yang akan dilakukan , perhitungan pembiayaan bahan baku, tenaga kerja, alat produksi, harga jual, dan prediksi aliran kas.
  • Rancangan Pengembangan & Investasi: Uraikan rencana pendapatan yang akan diperoleh dan akan digunakan untuk pengembangan modal usaha, jumlah rupiah yang dapat disetor untuk pengembalian modal,
BAB. V. JADWAL PELAKSANAAN.
Jadwal pelaksanaan: Uraikan jadwal perincian kegiatan, durasi waktu yang dibutuhkan dan waktu pelaksanaan dalam minggu atau bulan.dan besaran volume pekerjaan serta besaran biaya yang dibutuhkan

BAB.VI. ORGANISASI PELAKSANA
  • Personil: Uraikan nama, kualifikasi , dan diskripsi tugas dari personil yang terlibat dalam pelaksanaan usaha.
  • Pendamping: Uraikan nama, kualifikasi personil/lembaga pendamping, peran tugas pendamping yang diharapkan
BAB. VII. POTENSI KHUSUS
  • Peluang Komersial: Uraikan peluang komersial dari produk yang akan dijual/ditawarkan
  • Peluang Patent atau Haki: Uraikan peluang produk yang akan dibuat untuk memperoleh patent atau Haki
  • Peluang Legalitas: Uraikan peluang untuk memperoleh legalitas usaha.
LAMPIRAN :
1. Denah Lokasi Usaha
2. Surat Jaminan Dosen Pendamping

Wednesday, January 28, 2015

Kendala Utama Memulai Bisnis Secara Online

Memulai bisnis secara online tidak ada bedanya dengan bisnis secara offline selain membutuhkan modal materi, bisnis di internet juga seharusnya setiap individu paling tidak memiliki sedikit akuntabilitas dari setiap masing-masing jenis bisnis online yang bakal di geluti seperti PPC, TLA, Bisnis Affiliate, PTR, dan lain sebagainya.

Kendala utama dalam memulai usaha bisnis online adalah:
Koneksi Internet
Mungkin bagi yang tinggal di daerah kawasan perkotaan atau kota-kota besar koneksi internet bukan lah menjadi suatu kendala yang berarti, namun sebaliknya bagi mereka yang tinggal di desa seperti dimana jaringan Internet masih jauh di bawah standart. Coba bayangkan hari gini masih manggunakan jaringan non nirkabel seperti GPRS atau bahkan Edge.

Penguasaan Bahasa Asing
Nah ini merupakan kendala terbanyak dan paling umum dimiliki oleh para pemula bisnis online yaitu faktor penguasaan bahasa asing atau inggris. Walaupun ada saja solusi untuk mengatasi masalah tersebut seperti bisnis paid review dengan memakai jasa penerjemah namun tetap saja tidak akan maksimal usaha yang dilakukan karena sifat ketergantungan secara terus-menerus tidak akan bisa menjamin totalitas hasil usaha akan terwujud secara maksimal.

Kemampuan dan Tekad
Tekad saja alias modal nekat serta kemauan hasrat tinggi tidaklah cukup untuk sukses dalam bisnis internet tanpa memiliki kemampuan atau salah satu keahlian dasar dari seluruh cakupan yang dibutuhkan sebagai penunjang dalam hal ini adalah hal-hal yang merupakan bagian dari faktor yang harus setidaknya sedikit terpenuhi sebagai kelengkapan atau materi modal skill di bisnis online.

Sebagai pemula mungkin solusi terbaik sebelum terjun di dunia bisnis online ada baiknya anda melakukan pendekatan secara personal pada orang-orang/ blogger/ marketer sukses dengan cara mungkin bersilatuhrahmi langsung kerumahnya atau kopdar bareng kemudian berkonsultasi ya itupun jika yang bersangkutan mau dan mempunyai tekad bulat untuk benar-benar ingin terjun di bisnis internet.


Perbedaan Bisnis Affiliate (Reseller) dengan MLM (Multi Level Marketing)

Arti dari istilah bisnis affiliate atau sering disebut reseller dengan MLM (Multi Level Marketing). Affiliate marketing adalah jenis bisnis yang apabila seseorang/ member (affiliate Marketer) menjual barang/ jasa dari merchant (pemilik produk/ jasa) maka member tersebut akan dibayar dan mendapatkan komisi, sedangkan MLM atau pemasaran berjenjang (bertingkat) merupakan system penjualan secara langsung (direct selling), biasanya perusahaan memanfaatkan konsumen/ memberinya untuk menyalurkan produk mereka dan konsumen tersebut mendapatkan bonus.

Kemudian apa yang membedakan?
Berikut ini Perbedaan Bisnis affiliate (reseller) dengan MLM (Multi Level Marketing) :

Bisnis Affilite (Reseller)
Biasanya bisnis ini terputus, tidak ada system kaki/ bertingkat, jadi barang siapa yang menjual produk atau jasa maka dia hanya menikmatinya sendiri sedangkan orang yang merekrut sebelumnya tidak mendapatkan komisi jadi yang hanya dapat adalah pemilik produk dan sama penjual tadi.
Contoh : Misalkan si (A) menjual ke (B) kemudian menjual ke (C) maka si (A) tidak dapat apa-apa.

Multi Level Marketing (MLM)
Kalau bisnis ini kebalikan dari affiliate, pada MLM biasanya penjualan melalui jaringan baik secara langsung maupun tidak, jadi apabila member tersebut menjual barang/ jasa ke konsumen lain maka member yang sebelumnya merekrut dia atau diatas member pada satu jaringan akan mendapatkan bayaran beserta bonusnya.
Contoh: Misalkan si (A) menjual ke (B) kemudian menjual lagi ke (C) maka si (A) mendapatkan komisi.

Bisnis Online adalah bisnis yang dijalankan secara online atau melalui internet. Bisnis Online banyak macamnya sebagaimana bisnis yang di kenal selama ini. Tapi secara umum Bisnis Online dibagi menjadi 3 jalur yaitu Bisnis Penjualan/Jasa, Pemasaran dan Periklanan. Untuk sukses di JALUR MANAPUN, inilah yang WAJIB di lakukan:

Buat Web Bisnis Anda
Pebisnis Online perlu belajar bagaimana membuat blog dengan cepat dan mudah. Rekomendasinya adalah WordPress yang sudah terbukti mudah diinstall, mudah digunakan dan paling aman dibandingkan mesin-mesin blog yang lainnya. Blog sangat fleksibel digunakan sebagai mesin penjualan, pemasaran dan publikasi. Sebagai FREE MEMBER, bisa belajar tentang WordPress ini secara detil dan GRATIS! Jika upgrade menjadi premium member, maka anda juga akan mendapatkan panduan bagaimana memaksimalkan fungsi WordPress anda hingga menjadi mesin pemasaran yang efektif.

Sulap Menjadi Mesin Uang
Berikutnya perlu belajar bagaimana membuat sebuah web penjualan seperti web toko online atau web affiliasi. Membuat web toko online berbasis WordPress. Jika ingin memiliki web dengan system affiliasi sendiri, menyediakan plugin wp-affiliasi yang akan membantu mengubah WordPress menjadi sebuah mesin affiliasi hanya dengan sekali klik saja.

Menjadi Nomor 1 di GOOGLE
Web keren, fasilitas oke, produk mantap tapi kalau ndak ada yang tahu dan berkunjung sama aja bohong. Salah satu mesin penarik pengunjung paling mantap, gratis dan tertarget adalah Search Engine seperti Google. Setelah web jadi, tugas anda berikutnya adalah Menjadikan Blog anda Nomor 1 di Google.

Jenis/ Type Produk Bisnis Online (Toko Online)

Jika berminat membuat Toko Online, pastinya sudah menentukan produk apa saja yang telah dipersiapkan dan ada sebagian orang berpikir bahkan ada juga yang bingung menentukan jenis/ type produk untuk toko onlinenya. 

Berikut ini contoh jenis produk online yang lagi populer di pasaran :

1.Produk Kesehatan dan Berat Badan
Setiap orang pasti ingin menurutkan berat badan bagi yang berat badannya berlebihan dan juga menginginkan kesehatan pastinya.Jika anda serius dan fokus ingin berniat membantu orang untuk menurunkan berat badan atau hanya untuk meningkatkan kesehatan. Ini merupakan salah satu ide yang dapat dipertimbangkan.

2.Produk Kecantikan
Kalau bicara soal kecantikan pastinya berhubungan dengan wanita, ada juga pria. tapi mungkin yang rada feminim. Tapi menurut pemantauan bahwa kaum wanita saat ini merupakan kelompok konsumen yang jauh lebih besar. Contoh produk yang dapat dijual misalkan Produk kecantikan untuk wajah supaya tidak cepat tua, dll

3.Produk Olah Raga
Bagi seorang atlit atau mantan atlit yang terkenal atau artis yang dapat menjual produk mereka dengan mencantumkan merk atas nama mereka. Coba bayangkan klo mempunyai banyak fans? kemudian rayu suruh membeli..! Dipastikan laris.

4.Mode/ Fashion
Tentu saja Fashion merupakan penjualan laris saat ini, tak peduli anda berada dimana saat ini. Jika anda dapat menampilkan mode berkualitas tinggi di website/ blog, anda tidak hanya menarik satu sektor konsumen bahkan lebih. Contoh : melihat ke majalah selebritis dan gosip untuk menunjukan apa yang sedang hangat diberitakan, kemudian mencari vendor yang sama atau menjual item serupa anda dapat kembali ke mereka untuk menjual keuntungan.

5.Produk murah kwalitas bagus.
Apapun yang anda pilih untuk menjual produk di situs web anda, pastikan produk anda lebih murah dari produk yang tersedia di situs lain atau bahkan di toko2 offline. Caranya, anda dapat mencari tahu produk yang berkualitas tinggi namun dengan harga lebih murah. Hal ini merupakan salah satu tips untuk menarik pelanggan.

Pengertian Dasar Forex Trading

Pasar Modal atau Forex adalah pasar uang terbesar di dunia, pelakunya meliputi bank sentral pemerintah , bank investasi, maupun dari individu/ perorangan dimana mata uang tersebut diperjual belikan. Tetapi akhir2 ini lebih banyak pelakunya adalah dari perorangan di karenakan pasar forex tersebut lebih gampang dimana perdangangannya melakukan penawaran-penawaran 24 jam setiap harinya kecuali hari sabtu dan minggu. Kenapa pasar modal ini terbilang terbesar didunia..? Karena dari setiap harinya diperkirakan 1,9$ trilyun perputaran mata uang yang di perdagangkan.

Pasar modal/ forex adalah tempat dimana uang dari suatu Negara yang diperdagangkan dengan Negara lain. Yang paling populer saat ini ini adalah pasangan antara mata uang euro “Euro Dollar” dengan dollar Amerika("EUR/USD"). Yang inilah mendorong para pemodal/ kelompok modal mengundang dan menawarkan perdagangan mata uang melalui teknologi intenet yang dapat dipercaya melalui perantara-perantara broker.

Forex Trading berbeda sekali dengan tukar menukar bursa saham (stock bursa), tapi forex trading ini menggunakan strategi dan keahlian khusus atau di sebut jg dengan istilah “Forex Trading Strategy”. Yang mana kita harus mempunyai pengetahuan yang luas mengenai hal ini. Baik itu secara fundamental maupun analisis teknikal.

Fundamental yang saya maksud adalah perkembangan mata uang suatu Negara dilihat dari berbagai macam faktor sedangkan technikalnya adalah pergerakan mata uang yang sedang berlangsung diperdagangkan.

Bisnis jenis ini dapat anda lakukan dirumah atau dikantor, yang menariknya di sini adalah anda tidak perlu bersusah payah untuk promosi. Jadi intinya forex trading adalah pertukaran mata uang suatu Negara dimana kita membeli mata uang tersebut semurah-murahnya lalu menjualnya dan demikian pula sebaliknya.

Type Bisnis Online Internet


Type Bisnis Online Internet. Mungkin diantaranya sudah tau, banyak sekali jenis-jenis atau type bisnis online di internet. Sekarang kita tinggal memilih apa saja bisnis yang kita sukai. Dari yang berbayar sampai yang gratisan. Seperti autosurf program misalnya, dll.

Ada berbagai model bisnis, antara lain : 

1.Forex Trading
Forex online trading adalah suatu pekerjaan yang sangat menjanjikan dan memiliki peluang income sangat besar sekali. Oleh sebab itu, memilihnya sebagai pilihan utama diantara yang lain.

2.Ebook Bisnis
Salah satu cara yang paling efektif bagi para pemikir, pembuat konsep dan pakar untuk menjual ide, ilmu dan keterampilannya. Jika pintar, memiliki ide atau skill tertentu ? maka cobalah membuat e-book dan dijual secara online. Kemungkinan laku / ada pembeli pasti ada. Dan bisnis model ini yang paling banyak diminati dan laris manis.

3.Afiliasi Program
Banyak Perusahaan besar bergabung dalam sebuah group pemasaran afiliasi , kita bisa bergabung dalam Group tersebut dan memasarkan Perusahaan - perusaahan itu secara online. Contoh yang paling populer adalah Commission Junction, LinkShare, Share a Sale, ClixGalore dll.

4.Autosurf Program
Program Autosurf adalah program di Internet , dimana semua membernya diwajibkan untuk melakukan surfing web. Artinya anda akan dibayar sesuai prosentase surfing anda. Banyak juga diantara program Autosurf yang scam / menipu, jadi diharapkan lebih hati-hati dalam memilih.

5.MLM Bisnis
Bisnis network marketing / pemasaran jaringan atau multilevel marketing bisa dijalankan secara online. Di indonesia prospek bisnis ini sangat menjanjikan , apalagi pemakai internet semakin bertambah , hanya perlu kecerdikan anda untuk memilih perusahaan MLM yang bagus , yang di back up oleh perusahaan besar , sehingga bisnis mlm yang anda jalankan bisa bertahan dan terus berkembang.

6.Software Bisnis
Para pakar IT di Dunia , membuat suatu software yang bisa dipasarkan kepada umum. Banyak bisnis - bisnis software berupa : Software Email, Software Submit Search Engine , Software AntiVirus , Software Pendidikan dll.

7.Bisnis Survey/ Isi Pendapat
Banyak sekali bisnis di internet yang menawarkan peluang kepada kita, salah satunya adalah Survey Job. Cara kerjanya kita diminta untuk mengisi form isian survey dari beberapa buah Perusahaan Besar yg sedang study pasar , nah dari situ kita dibayar. Nominal besarnya pembayaran tergantung dari perusahaan tsb yg menentukan, cuma lagi - lagi prioritas untuk warga negara indonesia masih kecil sekali. Kebanyakan diperuntukkan kepada rakyat amerika, canada atau inggris , dimana disitu Market dari Perusahaan yg membuat survey tsb

8.Bisnis Typing/ Mengetik
Bekerja di internet dengan cara mengetik tugas - tugas yang diberikan oleh beberapa Perusahaan di Amerika, cuma untuk pasar indonesia juga masih sedikit.

9.Poker, Gambling and Casino.
Satu ini tidak saya rekomendasikan, karena ini perbuatan yang haram.

Kunci Sukses Menjual Produk di Website Anda

Kunci Sukses Menjual Produk di Website Anda, Beberapa hari lalu, saya membaca harian nasional. Hal yang menarik yang saya baca adalah informasi tentang pertumbuhan jumlah pemakai internet. Berdasarkan data pihak yang terkait, jumlah pemakai internet mengalami pertumbuhan yang sangat cepat.Hal ini mengingatkan saya pada beberapa produk yang saya jual secara online, mulai dari produk barang hingga produk informasi. Dengan kondisi seperti sekarang ini saja, produk-produk yang saya jual secara online cukup `laku`. Apalagi jika pertumbuhan jumlah pemakai internet di kemudian hari kian tak terkendali.

Saudara, saya ingin berbagi informasi kepada Anda tentang beberapa kiat sukses menjual produk di website Anda. Setelah beberapa tahun menekuni dunia bisnis online, saya menyimpulkan ada beberapa kunci sukses menjual produk di website Anda, yaitu :

Website yang Membangun Kredibilitas

Mampukah website Anda menjual produk Anda secara mudah ? Jika belum, Anda layak mengevaluasi apakah website Anda bisa membangun kredibilitas Anda atau perusahaan Anda. Jika setelah mengunjungi website Anda, seseorang merasa tidak ragu mengeluarkan uangnya untuk membeli produk Anda, maka website Anda adalah website yang memiliki kredibilitas. Namun, jika pengunjung masih ragu, atau bahkan malah curiga dengan Anda, maka website Anda belum bisa membangun kredibilitas. Kredibilitas dalam bisnis berhubungan dengan bagaimana Anda membuat calon customer percaya dengan Anda. Kredibilitas menghilangkan sekat penghalang customer untuk membeli produk Anda. Karena itulah, kredibilitas harus dibangun dan dipertahankan selamanya. Sehingga bisa mendatangkan konsumen baru, sekaligus mempertahankan konsumen lama Anda. Ada beberapa cara ampuh agar website Anda memiliki kredibilitas :
  1. Pemilihan nama website yang tepat, sesuai dengan produk dan bisnis Anda
  2. Pemuatan testimonial (kesaksian) mereka yang telah menggunakan produk Anda
  3. Perjelas identitas Anda (perusahaan), termasuk kemudahan untuk menghubungi Anda
  4. Pemuatan foto-foto (foto Anda, kegiatan perusahaan, dll)
  5. Menggunakan domain berbayar (bukan gratisan)
  6. Anda memang ahli atau menguasai produk yang Anda jual
  7. Website Anda tidak error
Sering Anda update Saya memiliki beberapa website yang menjual produk informasi pelatihan bisnis, seperti PengusahaInternet.com dan StrategiPemasaran.com. 90 % dari pembeli produk di dua situs itu melakukan pembayaran, tanpa menghubungi saya lagi. Cukup mengunjungi situs saya tersebut, dan mereka langsung percaya, dan melakukan pembayaran untuk membeli produk Artinya, kedua website tersebut bisa meyakinkan pengunjung untuk melakukan transaksi, bahkan tanpa harus bertanya-tanya lagi. Inilah salah satu contoh website yang memiliki kredibilitas.

Fokus ke Penjualan
Jika tujuan website Anda adalah menjual produk, maka fokuskan tujuan website ke penjualan. Presentasikan produk Anda sebaik mungkin. Gunakan kalimat dan gambar yang mendukung. Sebutkan manfaat produk Anda sebanyak-banyaknya, bukan hanya spesifikasi produk.

Hindari terlalu banyak gambar yang tidak berhubungan dengan produk dan bisnis Anda. Gambar yang terlalu banyak hanya akan membuat situs Anda lama loadingnya. Gambar-gambar kadang juga malah membuat pengunjung bingung dan tidak fokus ke presentasi Anda.

Hindari juga link yang terlalu banyak di website Anda. Karena terlalu banyak link akan membuat pengunjung tidak fokus membaca presentasi produk Anda.

Website yang Memudahkan Pengunjung

pengunjung adalah raja. Hal ini juga berlaku di bisnis berbasis online. Karena itu, memberikan segala sesuatu yang terbaik bagi pengunjung adalah mutlak. Termasuk memberikan kemudahan pengunjung dalam segala hal. Kemudahan yang dimaksud seperti kecepatan akses, kemudahan menghubungi (berinteraksi dengan) Anda, kemudahan menelusuri semua informasi yang ada di website, dan lain sebagainya. Namun jangan `salah sangka`. Kemudahan yang Anda berikan tetap mengacu pada tujuan awal Anda untuk melakukan penjualan di website. Jangan terlena sehingga website Anda terlalu banyak `menghibur` pengunjung, tapi tidak bisa menjual produk.

Pengunjung yang Tertarget
Meningkatkan jumlah pengunjung website Anda adalah langkah awal yang tepat untuk sukses di bisnis online. Tapi ingat juga, pengunjung yang mengunjungi situs Anda harus tepat sasaran. Mereka yang membuka website Anda hendaknya target pasar Anda. Jadi, langkah terbaik untuk sukses di bisnis berbasis internet adalah meningkatkan jumlah pengunjung yang tepat sasaran

Saudara, itulah beberapa kiat sukses agar website Anda mampu menjual produk secara mudah dan cepat. Semoga bermanfaat !!!

Kiat Bisnis Internet

Internet bagaikan rimba tanpa batas. Apapun bisa kita jelajahi di sana, termasuk membangun jaringan bisnis. Bahkan Bill Gates, Bos Microsoft dalam bukunya Business the Speed of Thought, dengan lantang mengatakan bahwa bisnis internet adalah bisnis masa depan.

Karena itu, siapa yang mampu menancapkan pengaruh bisnisnya di sini secara kokoh, maka sejak hari itu dia akan menjadi penguasa bisnis masa kini dan sekaligus mencengkeram masa depan.

Tapi mengapa harus bisnis online? Asosiasi Penyelenggara jasa Internet Indonesia (APJII) pernah memperkirakan jumlah pengguna Internet di Indonesia akan mencapai 20 juta pelanggan pada 2006 ini. Hal ini dipicu oleh meningkatnya penyediaan akses Internet oleh operator saluran tetap maupun seluler.

Alasan lainnya, Anda bisa menjalankan bisnis online tanpa terikat oleh tempat dan waktu. Anda bisa menjalankannya dari mana saja asalkan ada akses internet. Dengan sebuah laptop, bahkan telepon genggam (HP) atau PDA Anda sudah bisa menjalankan bisnis Internet.

Bisnis Internet tidak perlu modal besar. Bahkan hanya dengan biaya akses saja Anda sudah bisa mendapatkan penghasilan dari Internet, ujar Bob Julius Onggo, Konsultan Bisnis Online Cyberpreneur.

Bisa kaya

Ada pertanyaan yang cukup menggelitik, dan banyak dipikirkan oleh para peminat bisnis online. Bisakah bisnis online membuat kita kaya? Jawabannya…. tentu saja bisa. Lalu apa syaratnya? Apa buktinya? Sabar sabar…

Anda mungkin sudah pernah mendengar tentang pemilik amazon.com, ebay.com, yahoo.com, google.com dan situs besar lainnya. Mereka adalah orang-orang yang sudah amat kaya melalui bisnis online atau bisnis Internet.

Ahh… mereka kan bisa begitu karena punya modal besar! Jika Anda berpikir seperti itu, mungkin Anda benar. Tapi Anda harus tahu bahwa banyak juga yang bisa kaya dengan bisnis Internet tanpa modal besar, ujar Bob.

Al Arif, pemilik dan pengelola beberapa situs online, mengakui bahwa omsetnya dari jualannya di dunia maya bisa mencapai Rp100 juta ke atas setiap bulannya. Saya bukan orang IT, atau ahli komuter, background saya sarjana kedokteran, tapi saya menyukai bisnis online, terang owner strategipemasaran.com ini.

Sejak 2004, dia telah memiliki lebih dari 20 situs dengan aneka ragam produk. Produk yang dijualnya berupa barang dan jasa, dengan nilai antara RplO ribu hingga di atas RplOO juta.

Anda bisa melihat beberapa situs saya seperti tokomesin.com, obatalami.com, minyak-kelapa.com, minyakVCO.com, dll, ujar dia sembari berpromosi.

Sedangkan modal yang dia keluarkan untuk biaya pemasaran produk rata-rata sekitar Rp300 ribu per tahun. Hasilnya, aku dia, tergantung margin keuntungan produk.

Kalau saya bisa jual produk puluhan sampai ratusan juta, keuntungannya juga jutaan, lanjut Arif lagi.

Menurut pengalamannya, risiko kegagalan pemasaran produk via internet sangat kecil. Hampir semua produk yang dia jual lweat dunia maya menuai sukses (hasil). Arus kas hampir semuanya positif. Hanya beberapa saja dari produk yang dia jual kurang berhasil. Namun kegagalan tersebut bukan disebabkan hal lain, Kecuali memang saya tidak terlalu serius mengurusnya, kilahnya.

Kiat sukses
Banyak sekali orang yang mencoba untuk mengadu untung di bisnis online. Tapi kenyataannya hanya kurang dari 10 persen yang benar-benar bisa berhasil sukses. Anda tentu ingin masuk ke dalam golongan minoritas ini, kan?

Lalu apa sih sebenarnya kiat sukses yang 10 persen itu? Berdasarkan pengalaman saya bertahun-tahun, untuk sukses di bisnis online, minimal Anda harus memperlakukan bisnis online Anda layaknya perusahaan besar, terang Bob Julius Onggo.

Karena itu, Anda harus membuat rencana kerja yang matang seperti perencanaan waktu dan perencanaan tentang apa saja yang akan Anda kerjakan.

Kedua, ujamya memberi tips, seseorang harus disiplin mengikuti perencanaan yang sudah dibuatnya. Di bisnis online, tidak ada orang yang akan mengatur Anda seperti layaknya bekerja pada orang lain. Jadi, Anda adalah bos untuk bisnis Anda, lanjut dia.

Ketiga, Anda harus fokus dalam menjalankan bisnis. Selesaikan dulu satu program atau perencanaan sebelum mengerjakan lainnya. Jika Anda seperti katak yang suka loncat sana loncat sini, maka Anda akan kesulitan untuk bisa sukses dalam bisnis online.

Keempat selalu komitmen dan sabar. Tidak ada usaha halal yang bisa membuat Anda kaya dalam semalam atau dalam hitungan hari. Karena itu, jangan cepat patah arang. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, bisa butuh waktu berbulan-bulan.

Jika Anda sabar dan komitmen, Anda akan menikmati kesuksesan, terang pengusaha keramik online ini pula.

Kelima jujur. Jujur adalah upaya untuk membentuk reputasi bisnis online Anda. Artinya, jangan pernah melakukan perbuatan ingkar janji atau curang terhadap amanat yang telah dipercayakan konsumen kepada Anda, apapun bentuk bisnis online yang Anda tekuni.

Jujur adalah syarat agar bisnis online Anda panjang umur, saran dia. Sekali Anda berbuat jahat, maka orang tidak akan mempercayai Anda lagi, dan ini akan menghancurkan usaha Anda. Bisnis internet adalah bisnis yang sangat membutuhkan kepercayaan dari prospek Anda.

Kiat keenam agar sebisa mungkin Anda menghindari pasar yang sesak. Jangan masuki pasar yang sudah sangat banyak saingannya. Kecuali kalau Anda sudah master dalam bisnis online, saran dia.

Jadi, jika Anda belum piawai, carilah ceruk pasar (niche market) yang masih kosong atau yang masih sepi pemain. Lebih mudah sukses jika Anda fokus di niche market.

Nah, silakan Anda coba jalankan petunjuk-petunjuk diatas, dan semoga Anda akan menikmati hasilnya.

Enam Jurus Penglaris Toko Online Anda
  1. Perlakukanlah bisnis Anda layaknya perusahaan besar/ BUMN/ multinasional.
  2. Disiplin membuat dan melaksanakan perencanaan.
  3. Fokus atas program bisnis Anda dan tak perlu loncat sana-sini.
  4. Sabar dan selalu komitmen.
  5. Jujur biar perusahaannya panjang umur.
  6. Bagi pemula, sebisa mungkin hindari pasar yang banyak pesaing (pasar sesak).

Sunday, January 25, 2015

e-Commerce dan Tujuan e-Commerce

Electronic Commerce (e-Commerce) adalah proses pembelian, penjualan atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui jaringan komputer. e-Commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-Commerce juga memerlukan teknologi basis data atau pangkalan data (database), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-Commerce ini (Siregar, 2010)

Menurut Catherine L. Mann (2000), e-Commerce bukan sebuah jasa atau sebuah barang, tetapi merupakan perpaduan antara jasa dan barang. E-Commerce dan kegiatan yang terkait melalui internet dapat menjadi penggerak untuk memperbaiki ekonomi domestik melalui liberalisasi jasa domestik dan mempercepat integrasi dengan kegiatan produksi global. Karena e-Commerce akan mengintegrasikan perdagangan domestik dengan perdagangan dunia, berbagai bentuk pembicaraan atau negosiasi tidak hanya akan terbatas dalam aspek perdagangan dunia, tetapi bagaimana kebijakan domestik tentang pengawasan di sebuah negara, khususnya dalam bidang telekomunikasi, jasa keuangan, dan pengiriman serta distribusi.    
Dalam mengimplementasikan e-Commerce tersedia suatu integrasi rantai nilai dari infrastrukturnya, yang terdiri dari tiga lapis. Pertama, insfrastruktur sistem distribusi (flow of good); kedua, insfrastruktur pembayaran (flow of money); dan ketiga, infrastruktur sistem informasi (flow of information). Agar dapat terintegrasinya sistem rantai suplai dari supplier, ke pabrik, ke gudang, distribusi, jasa transportasi, hingga ke pelanggan maka diperlukan integrasi enterprise system untuk menciptakan supply chain visibility. Ada tiga faktor yang patut dicermati oleh kita jika ingin membangun toko e-Commerce yaitu: variability, visibility, dan velocity (Majalah Teknologi, 2001).
E-Commerce merupakan konsep baru yang biasanya digambarkan sebagai proses jual beli barang atau jasa pada World Wide Web Internet (Shim, Quershi, Siegel, Siegel, 2000 dalam buku M. Suyanto, 11, 2003) atau proses jual beli atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui jaringan informasi termasuk internet (Turban, Lee, King, Chung, 2000 dalam buku M. Suyanto,11,2003).
E-Commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dan lain-lain. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini (Fadli, 2011).
Sedangkan menurut Kalakota dan Whinston (1997) dalam buku M. Suyanto (2003) mendefinisikan e-Commerce dari beberapa perspektif berikut:
  1. Perspektif Komunikasi: e-Commerce merupakan pengiriman indormasi, produk/layanan, atau pembayaran melalui lini telepon, jaringan komputer atau sarana eletronik lainnya.
  2. Perspektif Proses Bisnis: e-Commerce merupakan aplikasi teknologi menuju otomisasi transaksi dan aliran kerja perusahaan.
  3. Perspektif Layanan: e-Commerce merupakan salah satu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen dan manajemen dalam memangkas service cost ketika meningkatkan mutu barang dan kecepatan pelayanan.
  4. Perspektif Online: e-Commerce berkaitan dengan kapasitas jual beli produk dan informasi di internet dan jasa online lainnya.
Penggolongan e-Commerce yang lazim dilakukan orang ialah berdasarkan sifat transaksinya. Menurut M. Suyanto (2003) tipe-tipe berikut segera bisa dibedakan:
1.      Business to business (B2B)
Karakteristik dari B2B adalah pertama, trading partners-nya telah diketahui dan umumnya memiliki hubungan yang cukup lama serta informasi hanya dipertukarkan dengan partner tersebut. Karakteristik ini memungkinkan terjadinya hubungan yang harmonis dan saling percaya.  Kedua, pertukaran data berlangsung berulang-ulang dan secara berkala.
2.      Business to Consumer (B2C)
B2C mempunyai karaketristik, pertama terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum. Kedua, servis yang diberikan bersifat umum dimana mekanismenya dapat digunakan oleh khalayak ramai. Ketiga, pelayanan yang diberikan berdasarkan permohonan (on demand) maka produsen mempersiapkan responnya sesuai dengan permohonan tersebut. Keempat, pendekatan client atau server sering digunakan dimana diambil asumsi client (consumer) menggunakan sistem yang minimal (berbasis Web) dan processing (business procedure) diletakkan di sisi server (Deris, 2002).
Meskipun demikian, istilah e-Commerce sebenarnya dapat di definisikan berdasar 5 perspektif (Phan, 1998) sehingga pada hakikatnya dalam lingkup yang luas e-Commerce bisa dikatakan ekuivalen atau sama dengan e-business:
Tujuan Aplikasi E-Commerce
Adapun tujuan dari aplikasi e-Commerce adalah sebagai berikut:

  1. Customer/pelanggan yang ingin membeli barang atau transaksi lewat internet hanya membutuhkan akses internet dan interface-nya menggunakan web browser.
  2. Menjadikan portal e-Commerce / e-shop tidak sekedar portal belanja, akan tetapi  menjadi tempat berkumpulnya komunitas dengan membangun basis komunitas, membangun konsep pasar bukan sekedar tempat jual beli dan sebagai pusat informasi (release, product review, konsultasi)
  3. Pengelolaan yang berorientasi pada pelayanan, kombinasi konsepsi pelayanan konvensional dan virtual: responsif (respon yang cepat dan ramah), dinamis, Informatif dan komunikatif
  4. Informasi yang up to date, komunikasi multi-arah yang dinamis
  5. Model pembayaran: kartu kredit atau transfer.
Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-Commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, akan tetapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:
  1. Menyediakan harga kompetitif
  2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
  3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
  4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
  5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
  6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain.
  7. Mempermudah kegiatan perdagangan
Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-Commerce adalah:
1.       E-mail dan Messaging
2.       Content Management Systems
3.       Dokumen, spreadsheet, database
4.       Akunting dan sistem keuangan
5.       Informasi pengiriman dan pemesanan
6.       Pelaporan informasi dari klien dan enterprise
7.       Sistem pembayaran domestik dan internasional
8.       Newsgroup
9.       On-line Shopping
10.    Conferencing
11.    Online Banking

Manfaat dan Tantangan Penggunaan e-Commerce

Manfaat dan Tantangan Penggunaan e-Commerce
Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-Commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:
  1. Menyediakan harga kompetitif
  2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
  3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
  4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
  5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
  6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain.
  7. Mempermudah kegiatan perdagangan.
Manfaat yang dirasakan perusahaan khususnya untuk kepentingan pelanggan memperlihatkan bahwa e-Commerce dapat memberikan manfaat antara lain:
  1. Mendapatkan pelanggan baru. Studi yang menyebutkan bahwa manfaat penggunaan e-Commerce dalam bisnis adalah mendapatkan pelanggan baru dikemukakan oleh Hamill da Gregory, 1997 dan Swatman, 1999 serta Hoffman dan Novak, 2000. Digunakannya e-Commerce memungkinkan perusahaan tersebut mendapatkan pelanggan baru baik itu yang berasal dari pasar domestik maupun pasar luar negeri.
  2. Menarik konsumen untuk tetap bertahan. Studi yang dilakukan oleh Daniel & Storey, 1997 di industri perbakan menemukan bahwa dengan adanya layanan ebanking membuat nasabah tidak berpindah ke bank lain. Selain itu bank juga akan mendapatkan pelanggan baru yang berasal dari bank-bank yang bertahan dengan teknologi lama.
  3. Meningkatkan mutu layanan. Dengan adanya e-Commerce memungkinkan perusahaan dapat meningkatkan layanan dengan melakukan interkasi yang lebih personal sehingga dapat memberikan informasinya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen. Studi yang menyebutkan bahwa penggunaan ecommerce dapat bermanfaat untuk meningkatkan mutu layanan ini dikemukakan oleh Gosh, 1998.
  4. Melayani konsumen tanpa batas waktu. Studi yang dilakukan oleh Daniel & Storey, 1997 menemukan bahwa adanya pelanggan dapat melakukan transaksi dan memanfaatkan layanan suatu perusahaan tanpa harus terikat dengan waktu tutup ataupun buka dari suatu perusahaan tersebut.
E-commerce memberikan pilihan kepada produsen tentang jenis usaha dan skala usaha yang akan dikembangkan.  Dengan mengimplementasikan e-commerce, produsen dapat memilih untuk mengembangkan target pasar kepada pasar global atau hanya fokus terhadap segmen pasar tertentu. Bagi usaha kecil dan menengah, dengan menggunakan e-commerce dapat menawarkan sesuatu yang berkualitas dan terjangkau serta memiliki kepercayaan diri menghadapi pesaing. Biaya tidak kemudian menjadi kendala utama, tetapi yang terpenting bagaimana usaha kecil dan menengah dapat menunjukkan produk atau jasa yang ditawarkan melalui websitenya dan dapat dilakukan melalui penjualan secara on line. 
Dengan menggunakan e-commerce, produsen dapat merubah daftar harga atau melakukan kustomisasi produk atau jasa yang ditawarkan dan terinformasikan secara cepat melalui website. Sesuatu yang biasanya memerlukan waktu yang lama untuk dilaksanakan atau diintegrasikan, dengan e-commerce menjadi lebih cepat. Melakukan model usaha yang inovatif atau melakukan re-engineering, melaksanakan spesialisasi dengan derajat yang tinggi atau meningkatkan produktivitas dan perhatian terhadap pelanggan, bukan sesuatu yang tidak mungkin dengan e-commerce. E-commerce juga bermanfaat dalam membangun database pelanggan yang komprehensif. Produsen dapat mempunyai informasi tentang pola pemesanan yang dilakukan pelanggan dan mengelolanya sebagai informasi yang berharga. Database tersebut akan membantu produsen saat melakukan pemasaran dan strategi promosi agar dapat tepat sasaran.
Dalam konteks hubungan dengan mitra bisnis, e-commerce membantu dalam mengurangi inefisiensi yang mungkin terjadi dalam rantai penawaran, mengurangi kebutuhan untuk membuat inventory dan menghindari keterlambatan pengiriman. Sehingga produsen mempunyai kepercayaan diri tentang usaha yang dijalankan dalam melakukan kerjasama dengan pemasok dan perusahaan jasa. E-commerce secara inherent akan menyederhanakan dan mengotomatisasi proses bisnis yang mendukung, menggabungkan dengan kecepatan dan efisiensi dalam kegiatan usaha.
Dalam hubungannya dengan pelanggan, e-commerce membantu dalam menfasilitasi kegiatan pembelian yang nyaman. E-commerce dapat menghemat waktu pelanggan dibandingkan jika pelanggan tersebut melakukan pembelian secara off-line. Seringkali pelanggan membayar lebih murah untuk harga produk tertentu dibandingkan jika pelanggan membelinya secara off-line.
Meskipun memiliki beberapa keuntungan, penggunaan e-commerce juga menghadapi kendala. Melakukan kegiatan transaksi secara online berarti pelanggan akan terpaksa menyediakan sejumlah informasi pribadi yang dipersyaratkan oleh penjual. Persyaratan ini tentunya dapat mengganggu kerahasiaan dan menimbulkan issu tentang keamanan dari informasi yang disediakan. Protokol untuk proses tertentu yang belum standard, bandwith telekomunikasi yang terbatas dan keterbatasan software yang digunakan, merupakan beberapa issu teknis yang mengakibatkan e-commerce masih kurang terintegrasi dengan sistem IT yang kontemporer.  
Disamping kendala teknis, issu non teknis juga menjadi kendala dalam penggunaan e-commerce. Masih banyak pembeli yang tidak percaya dan susah merubah kebiasaannya untuk bertransaksi tanpa bertemu langsung dengan penjualnya dan menggunakan kertas yang terbatas (paperless). Menurut Marhum Djauhari (2009), berdasarkan kenyataan bahwa hukum sering berdasar pada obyek fisik maka hal ini akan menimbulkan masalah yang serius terhadap bisnis karena ketidak pastian hukum dari proses tersebut. Status hukum dari transaksi yang dibentuk secara otomatis, belumlah jelas. Apakah mungkin untuk sebuah perjanjian atau yang lebih umum, prosedur hukum dibuat oleh sebuah komputer.
Disamping hal tersebut di atas, seperti bisnis online yang sangat bergantung pada internet, web server dan aplikasi berbasis web untuk sehari-hari dalam bisnis, maka web hosting sangat penting untuk kelangsungan hidup dan keberhasilan usaha. Keamanan yang ketat dan kuat, kehandalan sempurna, integritas data dan downtime seminimal mungkin adalah kriteria utama untuk memilih e-commerce web hosting.
Sebuah e-commerce webhosting membutuhkan tingkat keamanan yang tinggi karena berhubungan dengan transaksi keuangan yang berjalan setiap hari. Sebuah kesalahan kecil dapat berubah menjadi kesalahan fatal yang membuat kerugian besar bagi pemilik bisnis. Apalagi saat ini semakin marak kejahatan cyber, website e-commerce menimbulkan tantangan lebih dari penyusup yang tidak sah dan hacker cyber. Orang-orang ini bisa menyedot uang secara ilegal jika sistem keamanan webhosting yang dipilih lemah. Karena itulah wajib memilih webhosting dengan sistem keamanan yang tepat di tempat yang terbaik (Jakarta WebHosting, 2011).
Berikut beberapa tips dalam memilih hosting (Rizdan. 2001) :
  • Pilihlah hosting yang murah. Ini mungkin yang menjadi pilihan pertama kali ketika orang mau membeli atau menyewa hosting. Dan jika ini juga menjadi pilihan anda dalam menyewa hosting maka silahkan memilih hosting yang murah tapi tidak murahan.
  • Lihatlah space yang di tawarkan. Ini sangat penting sekali jangan sampai anda salah dalam memilih space atau kapasitas ruangan yang di tawarkan. Tapi meskipun penting jangan di jadikan acuan yang membuat anda kebingungan tapi sesuaikan saja dengan kebutuhan anda.
  • Pilihlah hosting yang full support. Biasanya jasa penyewaan hosting supportnya sangat baik-baik karena pelayanan yang bisa membuat betah para pelanggan. Kalau bisa usahakan pilih yang supportnya 24 jam kali 7 hari. Agar bila terjadi masalah bisa cepat terselesaikan.
  • Pilihlah hosting sesuai dengan target pemasaran. Kenapa ini harus anda pertimbangkan? Alasanya simple, karena ini yang nantinya akan membedakan kecepatan akses. Sebagai gambaran, bila blog anda untuk bisnis PPC Google Adsense, afiliasi amazon, afiliasi clickbank dll, yang target pemasarannya luar negeri maka server yang luar negeri cocok untuk anda pilih. Tapi kalu bisnis sekedar toko online dengan target pemasaran lokal maka server lokal atau indonesia yang cocok untuk anda pilih.
  • Lihat fasilitas control panel yang di tawarkan. Apakah di sana menyediakan fantastico atau softaculous yang akan memudahkan anda dalam menginstall script seperti wordpress,joomla,e-commerce dll.
  • Pilihlah hosting yang unlimited. Meskipun dalam memilih hosting di sesuaikan dengan kebutuhan tapi tidak ada salahnya kalau anda memilih yang unlimited hosting. Sebagai pertimbangan bagaimana kalau seandainya kedepannya bisnis online yang anda pilih sangat menjanjikan untuk kelangsungan hidup anda. Anggap saja menyewa hosting yang unlimited merupakan investasi untuk masa depan. 

Model-Model Bisnis E-Commerce

Dari beberapa literatur dan iklan-iklan bisnis e-commerce di internet kita bisa melihat banyak model-model bisnis yang ditawarkan, dimulai dari model arisan berantai sampai bermain valas atau forex secara online.  Empat contoh model bisnis e-commerce yang dapat digunakan adalah sebagai berikut (Arfans, 2011) :

1. Binis Affiliasi

Model bisnis affiliasi adalah dimana kita menjual produk orang lain, bisnis ini dapat digunakan oleh yang tidak memiliki produk sendiri untuk dijual tetapi sangat ingin berbisnis di internet. Disini kita akan mendapatkan penghasilan melalui komisi hasil penjualan, biasanya berkisar antara 4% sampai 60% dari harga produk.

2. Binis Reseler

Model bisnis reseler adalalah dimana pada prinsipnya hampir sama dengan model bisnis affiliasi, hanya saja untuk bisa bergabung dengan bisnis model ini terlebih dahulu diharuskan untuk membeli salah satu produk yang mereka miliki, baru setelah itu diijinkan untuk memasarkannya. Biasanya hasil yang bisa kita dapatkan dari bisnis model ini sebesar 20% sampai 50%.

3. Bisnis Pribadi (Menjual Produk Sendiri)

Bila kedua model bisnis e-commerce di atas sumber penghasilan adalah dengan menjual produk-produk orang lain, dalam bisnis pribadi ini bisa menawarkan produk yang merupakan hasil karya kita sendiri. Karya di sini tidak hanya berbentuk benda hasil produksi saja, namun hasil dari keahlian kita juga bisa. Misalnya dalam membuat sebuah e-book tentang bagaimana cara menghemat listrik sampai 80% lalu anda memasarkannya melalui internet.

4. Publisher

Model bisnis publisher ini sangat menarik, karena tidak menjual sebuah produk atau jasa sama sekali, tetapi hanya membuat sebuah situs/blog yang berisi informasi yang unik dan sedang dicari banyak orang, lalu anda bisa daftarkan situ/blog anda kesebuah perusahaan periklanan/advertising online. Jika situs/blog anda memenuhi syarat maka anda akan mendapat komisi dari setiap pengunjung yang datang ke situ/blog anda dan membaca iklan yang berasal dari perusahaan advertising tersebut. Contoh perusahaan advertising yang sudah sangat terkenal adalah google.

Membuat Toko Online dengan E-Commerce Software

Jika ingin membangun sebuah toko online dapat menggunakan  E-Commerce  Software dibawah ini (Anonymous) :
1. Magneto - Untuk pengguna juga sebagai admin, software ini memiliki beberapa fitur yang kuat untuk mendukung e-commerce. Hal ini memungkinkan beberapa toko untuk dikelola dari antarmuka admin tunggal.
 2. Fortune3 - ini maju tetapi mudah menggunakan perangkat lunak dan layanan                  e-commerce memiliki semua fitur dan dukungan yang dibutuhkan untuk mengelola sebuah toko online yang sukses.
3. OXID esales - ini open source e-commerce sistem siap untuk B2C, B2B dan skenario commerce social.
4. PrestaShop - Apa yang menarik paling adalah antarmuka itu ramping. Dengan open source Anda dapat membuat kesepakatan khusus seperti voucher hadiah, penurunan harga, produk tag.
5. osCommerce - t adalah salah satu gratis aplikasi e-commerce tertua yang menawarkan beberapa pilihan pemasaran dan mendukung sebagian besar sistem pembayaran. SEO friendly ini aplikasi dan multibahasa bekerja dengan PHP / MySQL.
6. Digistore - ini dikembangkan dari mesin osCommerce dengan perbaikan di ujung depan dan admin app. Ini menyediakan platform untuk menjual & virtual barang fisik.
7. OpenCart - ini PHP – MySQL sistem shopping cart adalah aplikasi yang tampak sederhana namun memiliki semua harus-memiliki fitur.
8. Freeway - Aplikasi ini memiliki beberapa ide inovatif untuk menjual. Ini dapat digunakan untuk menjual sebuah pelajaran gitar atau menyewa lapangan tenis pada tanggal tertentu dan waktu.
9. Cart Zen - Ini adalah gratis dan kompatibel keranjang belanja open source perangkat lunak. Dikembangkan oleh sekelompok pemilik toko programmer, desainer dan konsultan.
10. Ecommr - Aplikasi ini menawarkan website penyajian dan elemen desain antarmuka situs web e-commerce dengan cara dikategorikan.
11. Spree - lain e-commerce platform menggunakan Ruby on Rails. Spree memungkinkan perbaikan dan kustomisasi. Dengan Merchant Aktif plugin mendukung sebagian besar prosesor pembayaran.

Menurut Zifan (2011), terdapat dua pilihan dalam membuat toko on line, dengan plugin wordpress  E-commerce dengan Theme Thesis untuk WordPress yaitu: Dengan galeri gambar atau tampilan standar
1. Ecommerce dengan Galeri gambar di homepage
Bila memiliki toko dengan Galeri gambar di home page, akan melihat produk yang dijual dalam kotak, dengan produk mencakup horizontal dan vertical.
2. Ecommerce dengan Tampilan Standar

Bila membuat toko Tampilan Standar online, produk akan terdaftar secara vertikal dengan rincian produk yang tepat pada homepage. 

Penggunaan E-Commerce di Indonesia dan Dunia

Penggunaan E-Commerce di Indonesia dan Dunia
E-Commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011 (Fadli).

Istilah “perdagangan elektronik” telah berubah sejalan dengan waktu. Awalnya, perdagangan elektronik berarti pemanfaatan transaksi komersial, seperti penggunaan EDI untuk mengirim dokumen komersial seperti pesanan pembelian atau invoice secara elektronik. Kemudian berkembang menjadi suatu aktivitas yang mempunya istilah yang lebih tepat “perdagangan web” — pembelian barang dan jasa melalui World Wide Web melalui server aman (HTTPS), protokol server khusus yang mengunakan enkripsi untuk merahasiakan data penting pelanggan.

Pada awalnya ketika web mulai terkenal di masyarakat pada 1994, banyak jurnalis memperkirakan bahwa e-commerce akan menjadi sebuah sektor ekonomi baru. Namun, baru sekitar empat tahun kemudian protokol aman seperti HTTPS memasuki tahap matang dan banyak digunakan. Antara 1998 dan 2000 banyak bisnis di AS dan Eropa mengembangkan situs web perdagangan ini.

Menurut Wibawa, H. (2010), Di Indonesia, fenomena ­e-commerce ini sudah dikenal sejak tahun 1996 dengan munculnya situs http://www.sanur.com/ sebagai toko buku on-line pertama. Salah seorang pakar internet Indonesia, Budi Raharjo, menilai bahwa Indonesia memiliki potensi dan prospek yang cukup menjanjikan untuk pengembangan                        e-commerce. Berbagai kendala yang dihadapi dalam pengembangan e-commerce ini seperti keterbatasan infrastruktur, ketiadaan undang-undang, jaminan keamanan transaksi dan terutama sumber daya manusia bisa diupayakan sekaligus dengan upaya pengembangan pranata e-commerce itu (Info Komputer edisi Oktober 1999:7).

Bagaimanapun, kompetensi teknologi dan manfaat yang diperoleh memang seringkali harus melalui proses yang cukup panjang. Namun mengabaikan pengembangan kemampuan teknologi akan menimbulkan ekses negatif di masa depan. Keterbukaan dan sifat proaktif serta antisipatif merupakan alternatif yang dapat dipilih dalam menghadapi dinamika perkembangan teknologi. Learning by doing adalah alternatif terbaik untuk menghadapi fenomena e-commerce karena mau tak mau Indonesia sudah menjadi bagian dari pasar e-commerce global. Meski belum sempurna , segala sarana dan pra-sarana yang tersedia dapat dimanfaatkan sambil terus direvisi selaras dengan perkembangan mutakhir.

Perkembangan e-commerce di Indonesia sendiri telah ada sejak tahun 1996, dengan berdirinya Dyviacom Intrabumi atau D-Net (www.dnet.net.id) sebagai perintis transaksi online.[1] Wahana transaksi berupa mal online yang disebut D-Mall (diakses lewat D-Net) ini telah menampung sekitar 33 toko online/merchant. Produk yang dijual bermacam-macam, mulai dari makanan, aksesori, pakaian, produk perkantoran sampai furniture. Selain itu, berdiri pula http://www.ecommerce-indonesia.com/, tempat penjualan online berbasis internet yang memiliki fasilitas lengkap seperti adanya bagian depan toko (storefront) dan shopping cart (keranjang belanja). Selain itu, ada juga Commerce Net Indonesia - yang beralamat di http://isp.commerce.net.id/. Sebagai Commerce Service Provider (CSP) pertama di Indonesia, Commerce Net Indonesia menawarkan kemudahan dalam melakukan jual beli di internet. Commerce Net Indonesia sendiri telah bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang membutuhkan e-commerce, untuk melayani konsumen seperti PT Telkom dan Bank International Indonesia. Selain itu, terdapat pula tujuh situs yang menjadi anggota Commerce Net Indonesia, yaitu Plasa.com, Interactive Mall 2000, Officeland, Kompas Cyber Media, Mizan Online Telecommunication Mall dan Trikomsel.

Dari data internet pada www.worldstats.com, dalam sepuluh tahun terakhir jumlah pengguna internet di dunia meningkat drastis, dari 0,4% pengguna di seluruh dunia, kini naik hampir 60 kali lipat di tahun 2008.[2] Pengguna internet tahun 2008 1.565.000.000 atau sebesar 23,3 % dari jumlah penduduk di dunia. Dari 1,5 miliar pengguna internet saat ini, 41% berada di Asia, kemudian disusul Eropa 25% disusul Amerika Utara 16% dan Afrika dengan tingkat pengguna internet terkecil di dunia hanya 5.6%. Besarnya pengguna internet di Asia sangat wajar mengingat jumlah penduduk di Asia lebih dari 55% penduduk dunia atau sebesar 3,7 miliar jiwa dari total penduduk dunia 6,7 miliar jiwa. Sedangkan presentase penetrasi terbesar pengguna internet terhadap total penduduk dunia masih dipegang oleh negara-negara di kawasan Amerika Utara yang mencapai 73,1% sedangkan penetrasi pengguna internet di Asia baru mencapai 17,2%.

Dengan trend pertumbuhan internet dalam beberapa tahun terakhir ini, Indonesia menjadi pangsa pasar pengguna internet yang sangat potensial. Diperkirakan untuk tahun 2008, 2009, 2010, trend pertumbuhan pengguna internet Indonesia akan meningkat rata-rata 20% dari awal tahun 2008 sekitar 25 juta pengguna, di akhir 2008 diperkirakan telah mencapai 30 juta pengguna atau baru 13% penduduk Indonesia yang menikmati fasilitas internet. Jauh dari penetrasi pengguna internet dunia yang mencapai 17,2% di Asia.
Krisis ekonomi yang melanda dunia dan berdampak pada perekonomian di Indonesia, tidak akan menghalangi pengaruh dari globalisasi teknologi dunia. Sebab dengan penerapan IT maka semakin besar peluang masyarakat untuk mengakses komputer dan jaringan internet beserta kandungan informasi di dalamnya. Walaupun belum mampu melayani seluruh rakyat Indonesia, tetapi prosentase masyarakat yang akan terlayani akan jauh lebih besar dari keadaan sekarang ini sebab dari data yang ada dari Internet Indo Data Centra Indonesia (IDC) pada tahun 2008 pengguna internet di Indonesia sekitar 25 juta atau sekitar 10,5% dari total penduduk.
Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), hingga akhir maret 2008, telah terpasang koneksi sekitar 241.000 broadband internet di seluruh indonesia. Google yang merupakan salah satu pemain berpengaruh besar di dunia, melihat perkembangan internet market yang cukup besar dan melihat penggunaan internet untuk UKM di Indonesia sebagai target market yang dapat dikembangkan dan optimis dapat memperoleh calon pengiklan yang memasang iklan melalui google adwords, yang mana didukung dengan biaya yang cukup ringan yang dikeluarkan para pemasang iklan yaitu Rp 90.- per klik di google awords. Didukung dengan hasil pengamatan PT Synovate Indonesia yang mengatakan bahwa sebagian besar pengguna internet di Indonesia menggunakan internet untuk mencari informasi yang berkenaan dengan barang yang ingin mereka beli sehingga hal tersebut menandakan potensi besar bagi online bisnis di Indonesia.
Semakin banyaknya pengguna internet, diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat dalam melakukan pembelian barang atau jasa, yaitu pembelian secara konvensional melalui e-commerce. Sebagaimana hasil penelitian Liao and Cheung (2001) bahwa pengguna internet di Singapura, semakin banyak mempergunkan internet maka ia semakin senang melakukan pembelian melalui e-commerce (toko maya). Fenomena ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi pengusaha, khususnya di Indonesia, untuk mulai mengembangkan inovasi bisnis melalui e-commerce. Di Amerika, nilai transaksi perdagangan retail yang dilakukan secara online terus meningkat. Berdasarkan data statistik yang dipublikasikan oleh US Cencus Bureau, nilai transaksi retail secara online pada            3 bulan pertama tahun 2008 mencapai 33 milyar USD. Jumlah ini adalah sekitar 3.3 persen dari total nilai perdagangan retail pada rentang waktu tersebut. Bila dilihat dari presentase , nilai transaksi retail online mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan akhir tahun 2000 yang hanya mencapai 1% dari total nilai perdagangan retail.
Menurut TID UN-ESCAP, dalam tahun 2007 di Asia Timur dan Pacific, jumlah pengguna internet meningkat 4 kali dibandingkan kondisi tahun 2000. Jepang merupakan pusat           e-commerce terpenting di wilayah Asia dan Pacific, dengan rata-rata pertumbuhan omzet    e-commerce sekitar 143% dalam 5 tahun terakhir, diikuti oleh Australia dan Korea Selatan. Di Indonesia, diperkirakan nilai transaksi retail yang dilakukan melalui internet masih sangat kecil jumlah dan presentasenya jika dibandingkan dengan nilai transaksi retail secara keseluruhan. Data pada tahun 2000 menyebutkan bahwa jumlah e-shop istilah bagi toko di dunia maya di Indonesia sudah mencapai lebih dari dua puluh buah, berarti dari data tersebut kemungkinan tiap tahunnya akan meningkat. Produk yang dijual dalam                  e-commerce bermacam-macam, seperti, buku, komputer, handphone, handicraft, dan t-shirt. Pada tahun 2000 tercatat nilai transaksi e-commerce di Indonesia mencapai 100 juta USD. sedangkan nilai transaksi di seluruh dunia mencapai 390milyar USD. hal ini berati menunjukkan bahwa nilai transaski e-commerce di Indonesi masih sekitar 0,026% dari seluruh total nilai transaksi e-commerce dunia (Boerhanoeddin,2003).
Untuk belanja e-commerce ke luar negeri juga sangat memungkinkan, misalnya di         eBay atau Amazon. Banyak contoh beberapa situs luar negeri yang melayani jasa pembelian sebagai makelar e-commerce ini. Melalui Googling saja dengan kata kunci International Checkout, maka akan banyak rekomendasi dari Google tentang situs-situs broker jasa pembelian barang ke luar negeri.  Beberapa situs yang terpercaya adalah situs berikut ini (Anonymous, 2011) : http://www.internationalcheckout.com dan http://www.myamericanshopper.com
E-commerce sebetulnya dapat menjadi suatu bisnis yang menjanjikan di Indonesia (Laksito, R. D. , 2011). Hal ini tak lepas dari potensi berupa jumlah masyarakat yang besar dan adanya jarak fisik yang jauh sehingga e-commerce dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Sayangnya, daya beli masyarakat yang masih rendah dan infrastruktur telekomunikasi yang tidak merata di daerah-daerah lainnya membuat e-commerce tidak begitu populer. Hal ini tak lepas dari jumlah pengguna internet di Indonesia yang hanya sekitar 8 juta orang dari 215 juta penduduk. Selain itu, e-commerce juga belum banyak dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia.