Electronic Commerce (e-Commerce) adalah proses
pembelian, penjualan atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui
jaringan komputer. e-Commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business
lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga
pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll.
Selain teknologi jaringan www, e-Commerce juga memerlukan teknologi basis data atau pangkalan data (database), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non
komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran
untuk e-Commerce ini (Siregar, 2010)
Menurut Catherine L. Mann (2000), e-Commerce
bukan sebuah jasa atau sebuah barang, tetapi merupakan perpaduan antara
jasa dan barang. E-Commerce dan
kegiatan yang terkait melalui internet dapat menjadi penggerak untuk
memperbaiki ekonomi domestik melalui liberalisasi jasa domestik dan mempercepat
integrasi dengan kegiatan produksi global. Karena e-Commerce akan mengintegrasikan perdagangan domestik dengan
perdagangan dunia, berbagai bentuk pembicaraan atau negosiasi tidak hanya akan
terbatas dalam aspek perdagangan dunia, tetapi bagaimana kebijakan domestik
tentang pengawasan di sebuah negara, khususnya dalam bidang telekomunikasi,
jasa keuangan, dan pengiriman serta distribusi.
Dalam mengimplementasikan
e-Commerce tersedia suatu integrasi rantai nilai dari infrastrukturnya, yang
terdiri dari tiga lapis. Pertama, insfrastruktur sistem distribusi (flow of good); kedua, insfrastruktur
pembayaran (flow of money); dan
ketiga, infrastruktur sistem informasi (flow
of information). Agar dapat terintegrasinya sistem rantai suplai dari
supplier, ke pabrik, ke gudang, distribusi, jasa transportasi, hingga ke
pelanggan maka diperlukan integrasi enterprise
system untuk menciptakan supply chain
visibility. Ada tiga faktor yang patut dicermati oleh kita jika ingin
membangun toko e-Commerce yaitu: variability, visibility, dan velocity (Majalah
Teknologi, 2001).
E-Commerce merupakan konsep baru yang biasanya
digambarkan sebagai proses jual beli barang atau jasa pada World Wide Web
Internet (Shim, Quershi, Siegel, Siegel, 2000 dalam buku M. Suyanto, 11, 2003)
atau proses jual beli atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui
jaringan informasi termasuk internet (Turban, Lee, King, Chung, 2000 dalam buku
M. Suyanto,11,2003).
E-Commerce merupakan bagian dari e-business, di mana
cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup
juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dan
lain-lain. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi
basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik
(e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem
pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini (Fadli, 2011).
Sedangkan
menurut Kalakota dan Whinston (1997) dalam buku M. Suyanto (2003)
mendefinisikan e-Commerce dari beberapa perspektif berikut:
- Perspektif
Komunikasi: e-Commerce merupakan pengiriman indormasi,
produk/layanan, atau pembayaran melalui lini telepon, jaringan komputer
atau sarana eletronik lainnya.
- Perspektif
Proses Bisnis: e-Commerce merupakan aplikasi teknologi menuju
otomisasi transaksi dan aliran kerja perusahaan.
- Perspektif
Layanan: e-Commerce merupakan salah satu alat yang memenuhi
keinginan perusahaan, konsumen dan manajemen dalam memangkas service cost
ketika meningkatkan mutu barang dan kecepatan pelayanan.
- Perspektif
Online: e-Commerce berkaitan dengan kapasitas jual beli produk dan
informasi di internet dan jasa online lainnya.
Penggolongan e-Commerce
yang lazim dilakukan orang ialah berdasarkan sifat transaksinya. Menurut
M. Suyanto (2003) tipe-tipe berikut segera bisa dibedakan:
1. Business to business (B2B)
Karakteristik dari B2B adalah
pertama, trading partners-nya telah
diketahui dan umumnya memiliki hubungan yang cukup lama serta informasi hanya
dipertukarkan dengan partner
tersebut. Karakteristik ini memungkinkan terjadinya
hubungan yang harmonis dan saling percaya.
Kedua,
pertukaran data berlangsung berulang-ulang dan secara berkala.
2. Business to Consumer (B2C)
B2C
mempunyai karaketristik, pertama terbuka untuk umum, dimana informasi
disebarkan ke umum. Kedua, servis yang diberikan bersifat umum dimana
mekanismenya dapat digunakan oleh khalayak ramai. Ketiga, pelayanan yang
diberikan berdasarkan permohonan (on
demand) maka produsen mempersiapkan responnya sesuai dengan permohonan
tersebut. Keempat, pendekatan client
atau server sering digunakan dimana
diambil asumsi client (consumer)
menggunakan sistem yang minimal (berbasis Web) dan processing (business procedure) diletakkan di sisi server (Deris, 2002).
Meskipun demikian, istilah e-Commerce
sebenarnya dapat di definisikan berdasar 5 perspektif (Phan, 1998) sehingga pada hakikatnya dalam lingkup
yang luas e-Commerce bisa dikatakan ekuivalen atau sama dengan e-business:
Tujuan Aplikasi E-Commerce
Adapun
tujuan dari aplikasi e-Commerce adalah sebagai berikut:
- Customer/pelanggan yang ingin membeli barang atau transaksi lewat internet hanya membutuhkan akses internet dan interface-nya menggunakan web browser.
- Menjadikan portal e-Commerce / e-shop tidak sekedar portal belanja, akan tetapi menjadi tempat berkumpulnya komunitas dengan membangun basis komunitas, membangun konsep pasar bukan sekedar tempat jual beli dan sebagai pusat informasi (release, product review, konsultasi)
- Pengelolaan yang berorientasi pada pelayanan, kombinasi konsepsi pelayanan konvensional dan virtual: responsif (respon yang cepat dan ramah), dinamis, Informatif dan komunikatif
- Informasi yang up to date, komunikasi multi-arah yang dinamis
- Model pembayaran: kartu kredit atau transfer.
Dalam banyak kasus, sebuah
perusahaan e-Commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan
produk saja, akan tetapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman
yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik,
jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor
yang termasuk:
- Menyediakan harga kompetitif
- Menyediakan jasa pembelian yang
tanggap, cepat, dan ramah.
- Menyediakan informasi barang
dan jasa yang lengkap dan jelas.
- Menyediakan banyak bonus
seperti kupon, penawaran istimewa, dan
diskon.
- Memberikan
perhatian khusus seperti usulan pembelian.
- Menyediakan
rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari
pelanggan, dan lain-lain.
- Mempermudah kegiatan
perdagangan
Beberapa aplikasi umum yang
berhubungan dengan e-Commerce adalah:
1. E-mail
dan Messaging
2.
Content
Management Systems
3. Dokumen,
spreadsheet, database
4. Akunting
dan sistem keuangan
5. Informasi
pengiriman dan pemesanan
6.
Pelaporan
informasi dari klien dan enterprise
7. Sistem
pembayaran domestik dan internasional
8.
Newsgroup
9.
On-line
Shopping
10.
Conferencing
11.
Online
Banking






0 comments:
Post a Comment