6. Cara Memperoleh Informasi mengenai Pesaing
- Melalui internet
- Kunjungan personal ke perusahaan pesaing
- Mengamati bagaimana para karyawan berinteraksi dengan pelanggan.
- Mengamati bagaimana produk tersebut ditawarkan kepada pelanggan.
- Mengamati bagaimana kebijakan mengenai harga.
- Berbicaralah dengan pelanggan. Pelajari bagaimana pendapat pelanggan mengenai perusahaan anda dan perusahaan pesaing.
- Pelajari iklan yang dikeluarkan oleh pesaing, yaitu tentang:
- Target market
- Posisi pasar
- Penampilan produk
- Keuntungan yang ditawarkan
- Harga
- Hadiri seminar atau presentasi yang diadakan oleh pesaing anda.
- Amati pameran dagang yang diadakan oleh pesaing secara kritis, terutama dari sudut pandang pelanggan potensial.
- Pelajari dokumen-dokumen tertulis seperti,
- Publikasi bisnis secara umum.
- Publikasi iklan dan pemasaran.
- Jurnal ilmiah, surat kabar, dan majalah.
- Publikasi dari asosiasi-asosiasi industri dan perdagangan.
- Publikasi hasil penelitian sektor-sektor industri tertentu.
- Data base computer, CD Rom atau publikasi dari perpustakaan perguruan tinggi.
- Laporan tahunan.
- Yellow pages.
a. Buatlah file untuk masing-masing pesaing. Update data itu secara reguler.
Analisis
pesaing adalah memahami apa yang ada dibenak perusahaan lain dengan
cara memetakan semua ide-ide yang tersembunyi untuk masa yang akan
datang. Contohnya, Microsoft merupakan sebuah tempat kediaman suatu
masyarakat yang seluruh darah dan dagingnya dipersembahkan untuk
kerajaan Bill Gates. Dengan demikian, apabila anda mengunjungi kerajaan
Microsoft di Redmond, maka seluruh nama, wajah, suara, pikiran pendiri
kerajaan ini (Bill Gates) terdapat di mana-mana.
Contoh
yang sama dapat kita lihat pada pertandingan catur. Selain membuat
gerakan yang bersifat taktis untuk mengecoh pertahanan lawan, pemain
juga harus membangun strategi jangka panjang, yaitu dengan membangun
struktur, baik pada pertahanan maupun penyerangan untuk memenangkan
pertandingan.
Analisis pesaing berusaha memahami
perilaku pesaing dalam jangka panjang. Kesalahan fatal dari analisis
pesaing adalah fokus yang berlebihan pada kondisi saat ini.
Pertanyaan-pertanyaan berikut ini dapat dijadikan pedoman untuk analisis pesaing:
- Seberapa komprehensif permainan pesaing anda? Apakah mereka berorientasi pada produk atau pada proses? Hal yang paling penting adalah seberapa jauh mereka akrab dengan lingkungan. Seberapa jauh mereka memiliki keterkaitan secara interorganisasional dengan perusahaan-perusahaan lain di dunia? Contohnya adalah Microsoft. Microsoft memiliki semua kriteria tersebut di atas. Ia didukung oleh tim yang sangat kuat di dalam menciptakan inovasi produk, yang mampu memasarkan produk serta mampu mendukung pelayanan produk yang dihasilkan. Manajemen mampu bekerja keras membentuk kepemimpinan di dalam Microsoft sehingga Microsoft memiliki misi dan strategi yang jelas.
- Bagaimana pesaing anda melihat masa yang akan datang? Skenario apa yang akan dipakai di masa yang akan datang? Dua aspek skenario yang sangat relevan adalah:
- Pemusatan kekuasaan
- Sumber daya yang tidak dieksploitasi.
Pemusatan
kekuasaan adalah orang dan organisasi yang dapat membentuk serta
menciptakan keinginan bagi pelanggannya di masa yang akan datang dan
mampu mempengaruhi evolusi industri-industri yang ada sehingga bisa
merangsang evolusi bisnis lainnya. Contohnya, Microsoft mampu
menciptakan komputer sebagai alat hiburan sekaligus alat komunikasi.
Bahkan Bill Gates percaya bahwa bisnis hiburan seperti Hollywood, bisnis
telekomunikasi serta perusahaan yang bergerak di bidang TV kabel
merupakan bisnis masa depan yang sangat membutuhkan komputer di dalam
operasionalnya sehari-hari.
a. Kemenangan suatu
pasukan militer yang tidak begitu besar jumlahnya kadang-kadang
diperoleh akibat pasukan ini mampu memanfaatkan keuntungan dari kondisi
alam sebagai tempat perlindungan atau penyerangan. Bill Gates melihat
bahwa internet merupakan sumber daya yang sangat besar, yang belum
terolah saat ini. Internet menunggu seseorang yang mampu membangun suatu
bisnis raksasa. Dengan kata lain, kita dapat menanyakan kepada pesaing,
sumber daya apa yang belum dimanfaatkan oleh pesaing kita?
b.
Bagaimana positioning pesaing kita? Positioning dimulai dengan
menentukan di rantai nilai mana perusahaan ingin membuat kontribusi
paling besar di masa yang akan datang. Dengan membuat berbagai skenario,
terdapat kecenderungan bahwa inovasi akan bergerak dari produk hardware
dan software menjadi content dan pelayanan (service). Microsoft
bergerak dari bisnis informasi dan jaringan pelayanan menjadi perusahaan
yang bergerak di bidang komunikasi.
c. Dari mana
perusahaan pesaing anda memperoleh ide untuk masa yang akan datang ?
Seberapa banyak sumber daya yang tersedia di perusahaan tersebut?
Microsoft selama beberapa tahun banyak belajar dari Apple Computer,
mengadopsi keunggulan Apple pada interface dan kemudahan pemakaian.
Sekarang banyak pengamat menilai bahwa Microsoft sedang mengembangkan
Silicon Graphics sehingga mampu membuat workstation untuk mendorong
Hollywood menciptakan grafik 3 dimensi serta berbagai special effects
lainnya. Microsoft saat ini sudah membeli perusahaan Montreal Firm
Softimage Inc. dalam rangka memperkuat sistem operasinya di dalam
Windows berikut aplikasinya.
d. Bagaimana anda dapat
memahami semua pesaing untuk memperdalam visi bisnis yang anda kelola?
Pesaing-pesaing Microsoft sangat tergantung kepada pihak pengadilan
untuk menahan lajunya perkembangan Microsoft. Microsoft terus berjuang
untuk menciptakan inovasi-inovasi, sehingga apabila ada suatu perusahaan
yang ingin bersaing dengan Microsoft, maka ia harus berusaha menemukan
ide lain yang lebih baik.
e. Akhirnya, apakah kita
perlu menjadi pesaing? Pertanyaan ini harus selalu dimunculkan setiap
saat. Sejak beberapa tahun ini Microsoft merupakan pemain sentral.
Kecenderungan ini akan terus berlanjut sampai beberapa tahun yang akan
datang. Apakah kita dapat memanfaatkan kondisi ini dengan mengambil
keuntungan dari keunggulan Microsoft? Dengan melihat dari kacamata lain,
yaitu dari sisi pesaing, kita dapat melihat kendala-kendala yang harus
diperhatikan.
Kesimpulannya, analisis pesaing
merupakan salah satu alat yang sangat penting untuk memulai secara
kreatif memikirkan kembali (creative rethinking) strategi-strategi yang
kita miliki.
7. Analisis Isu-isu yang Sedang Berkembang
Setiap
saat bisnis yang sedang kita jalani selalu berhadapan dengan
persaingan. Lima puluh persen dari kemenangan atas persaingan tersebut
dapat kita peroleh dengan cara memahami kondisi internal perusahaan
pesaing. Identifikasi berbagai faktor-faktor ancaman dan peluang yang
akan terjadi.
a. Faktor-faktor Ancaman dan Peluang Datang dari Berbagai Sumber:
· Kondisi ekonomi wilayah/negara di tempat kita melakukan bisnis.
· Inovasi produk: bagaimana pengaruh perubahan produk pesaing terhadap produk yang kita hasilkan?
· Bagaimana perubahan teknologi dapat mempengaruhi produk yang kita hasilkan?
· Apakah produk yang kita hasilkan bersahabat dengan lingkungan?
· Apakah peraturan-peraturan yang ada mendukung bisnis yang kita jalankan?
· Apakah ada penghalang untuk masuk ke dalam pasar?
b. Faktor-Faktor Kekuatan dan Kelemahan
Idenfikasikan berbagai faktor-faktor kekuatan dan kelemahan internal bisnis yang sedang kita jalankan, seperti:
- Tingkat pendidikan, pengalaman, keterampilan atau reputasi dalam bisnis ini.
- Pengalaman supervisor (karyawan).
- Pelajari isu yang paling penting yang dapat mempengaruhi bisnis yang sedang kita jalankan ini. Contoh isu yang harus diperhatikan oleh perusahaan yang bergerak di bidang public relation adalah:
- Barriers to entry untuk masuk kedalam bisnis ini relatif rendah, karena perusahaan ini hanya memerlukan fasilitas telepon dan komputer.
- Pengalaman sangat dibutuhkan untuk bisnis ini (semakin berpengalaman, semakin baik reputasinya).
- Manajer profesional merupakan kunci terpenting untuk bisnis ini.
- Pendekatan kepada pelanggan dengan sistem pelayanan yang baik merupakan isu terpenting untuk bisnis ini.
c. Faktor-Faktor yang harus Dipertimbangkan dalam Membuat Strategi Pemasaran
Menurut Guiltinan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam membuat strategi pemasaran adalah :
1. Kebutuhan primer, yaitu kebutuhan terhadap produk itu sendiri.
Sasaran strategi pemasaran untuk meningkatkan kebutuhan terhadap produk ini dapat berupa:
a.
Penambahan jumlah pemakai produk ini, artinya produsen berusaha
meningkatkan pasar baru kepada konsumen yang belum pernah menggunakan
produk ini. Cara yang dapat dilakukan untuk menunjang strategi ini
adalah dengan meningkatkan keinginan konsumen untuk membeli produk ini,
misalnya dengan menunjukkan manfaat-manfaat yang sudah ada pada produk
ini atau menambah lini produk yang sudah ada. Upaya lain adalah dengan
cara meningkatkan kemampuan daya beli konsumen (misalnya, dengan
strategi penetapan harga, strategi cara pembayaran, serta berbagai
strategi efisiensi biaya sehingga harga dapat ditekan serendah mungkin).
b. Meningkatkan tingkat loyalitas konsumen, artinya
produsen berusaha meningkatkan tingkat konsumsi bagi konsumen yang
telah menggunakan produk ini. Cara yang dapat dilakukan adalah lewat
penggunaan produk yang berbeda, misalnya kalau sabun colek biasanya
digunakan untuk mencuci baju, mencuci piring, maka penggunaan sabun
colek ini dapat diperluas untuk mencuci mobil. Tujuannya adalah agar
tingkat konsumsi produk ini dapat lebih ditingkatkan dan memiliki
tingkat turn over (penggantian) yang lebih cepat. Strategi yang dapat
dilakukan untuk meningkatkan loyalitas konsumen sangat tergantung pada
kondisi pasar yang sedang terjadi apakah pasar sedang lesu atau sedang
tumbuh. Caranya:
1. Meluaskan penggunaan produk
Misalnya
dengan memberikan resep-resep kue atau masakan secara gratis kepada
pembeli produk margarine sehingga konsumen akan mencoba dan akhirnya
akan menggunakan produk ini dengan lebih banyak lagi. Selain itu, dapat
juga dilakukan upaya meningkatkan volume pembelian melalui penyempurnaan
desain produk pada bauran produk. Misalnya PT. Astra melalui produk
Toyota Kijang melakukan penyempurnaan dan perubahan model Toyota Kijang
baru dengan menggunakan lampu kristal dan sistem pengaturan bahan bakar
otomatis (EFI, Electric Fuel Injection).
2.
Meningkatkan jumlah konsumsi produk. Strategi ini dapat dilakukan dengan
cara merubah ukuran kemasan menjadi lebih kecil sehingga harga tampak
lebih murah. Contohnya, minyak goreng, sabun mandi, sabun deterjen, dan
sebagainya.
3. Mendorong perubahan pemakai karena
adanya perubahan teknologi terhadap produk tersebut. Misalnya, pengguna
komputer terpaksa meningkatkan kemampuan komputernya sesuai dengan
perubahan software yang ia gunakan.
Kebutuhan selektif, yaitu kebutuhan terhadap merek yang ditampilkan.
Sasaran
strategi pemasaran untuk meningkatkan kebutuhan terhadap merek sangat
penting dilakukan karena merek merupakan pengenal terhadap produk yang
di tawarkan. Tujuan memperhatikan kebutuhan selektif ini adalah untuk
memperbaiki posisi persaingan suatu produk, jasa atau kegiatan bisnis
tertentu.
Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kebutuhan terhadap merek dapat berupa:
a. Mempertahankan pelanggan yang ada.
b. Menjaring pelanggan baru.
d. Strategi untuk Mempertahankan Pelanggan:
1.
Mengelola atau memelihara tingkat kepuasan konsumen, misalnya dengan
mengiklankan kualitas produk, mengiklankan manfaat produk, merancang
ulang produk, menyediakan layanan khusus kepada konsumen.
2.
Menyederhanakan proses pembelian. Misalnya, dengan melaksanakan
pengiriman yang cepat, menawarkan berbagai variasi produk yang dapat
dipilih secara mudah, menggunakan penjualan dengan sistem keagenan atau
melalui suatu distributor khusus yang bergerak di bidang ini, menjamin
perlindungan terhadap kerusakan dan perbaikan produk.
3.
Menambah daya tarik produk sehingga konsumen tidak beralih ke merek
lain. Misalnya, dengan mengembangkan perluasan merek, menawarkan produk
dengan berbagai merek, menurunkan harga, menambah daya tarik produk.
d. Strategi untuk Mencari Pelanggan Baru:
1.
Mengambil posisi berhadapan langsung dengan pesaing (head to head
positioning). Misalnya, dengan mengembangkan karakteristik khusus pada
produk tersebut sehingga produk tersebut memiliki kelebihan dibandingkan
dengan produk pesaing, menurunkan harga, meningkatkan promosi melalui
bauran promosi yang efektif.
2. Mengambil posisi
yang berbeda dari yang dilakukan pesaing (differentiated position).
Misalnya, dengan merancang dan mempromosikan manfaat tertentu yang tidak
dimiliki oleh pesaing atau tidak disediakan oleh pesaing, menggunakan
jalur distribusi, kemasan, sistem pelayanan, harga yang spesifik dan
berbeda (contohnya dengan menerapkan harga secara bundling, yaitu harga
ditawarkan dengan tarif khusus bagi pelanggan yang membeli dalam jumlah
besar untuk produk utama). Contoh differentiated position lainnya adalah
seperti yang dilakukan oleh:
- Mustika Ratu dengan berbagai inovasi trend warna, serta produk teh ultra.
- Avon melakukan strategi promosi penjualan langsung (direct selling).
- Kapal pesiar dan jaringan hotel internasional melalui jasa time sharing.
- Komputer jangkrik melakukan branding dengan komponen-komponen campuran sehingga bisa menjual dengan harga lebih murah.
- Pembalut wanita, memberikan asesories tertentu pada produknya, misalnya dengan menggunakan sayap, ukuran yang berbeda-beda untuk dipakai pada malam dan siang hari.
- Kondom, dengan membuat berbagai pilihan bentuk, warna, dan rasa (flavor).
- Peralatan rumah tangga, seperti panci, rice cooker, blender, dan sebagainya menawarkan produk melalui jalur distribusi arisan.
- Permen dengan rasa kopi atau permen dengan rasa rokok.
- Celana dalam sekali pakai langsung buang.
- Tisu yang bisa dipakai berulang kali dengan dicuci.
Semua
faktor di atas bertujuan untuk membuat strategi pemasaran dengan target
market yang spesifik. Strategi pemasaran yang baik tidak pernah membuat
target market untuk semua orang. Artinya, produk yang ditawarkan
tersebut harus memiliki target market tertentu yang spesifik. Upaya yang
dapat dilakukan untuk membuat strategi pemasaran dengan target market
yang spesifik adalah:
- Memasarkan produk kepada semua konsumen dalam pasar yang relevan, sesuai dengan kebutuhan konsumen itu sendiri.
- Memusatkan target market pada segmen pasar yang sangat terbatas.
- Strategi harus konsisten dengan sasaran produk.
- Produk yang dipasarkan harus sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen, daya beli konsumen, serta keuntungan yang akan diperoleh produsen sehingga dapat tetap bertahan dan bersaing di bisnis tersebut.
Berbagai
macam cara yang disebutkan di atas dapat dilakukan dengan melakukan
analisis terhadap pesaing dan situasi persaingan. Tanpa mengetahui
kondisi persaingan yang ada tidak mungkin kita dapat merumuskan strategi
pemasaran yang tepat. Faktor-faktor yang harus diperhatikan di dalam
analisis persaingan adalah:
1. Melakukan
identifikasi siapa saja yang terlibat dalam bisnis tersebut. Berdasarkan
hasil identifikasi ini dapat diketahui siapa pesaing utama kita (key
competitors).
2. Melakukan analisis terhadap
atribut-atribut yang dimiliki oleh pesaing utama. Kegiatan ini dapat
dilakukan dengan membuat analisis SWOT atas bisnis yang sedang kita
lakukan dibandingkan dengan pesaing utama. Pada prinsipnya, analisis
kekuatan dan kelemahan pesaing dapat dilihat dari:
a. Karakteristik produk
b. Karakteristik pelayanan
c. Karakteristik kualitas produk
d. Karakteristik harga
e. Berbagai karakteristik lainnya yang menjadi keunggulan bersaing pesaing.






0 comments:
Post a Comment