Saturday, January 24, 2015

Sistem Informasi Strategis Untuk Keunggulan Kompetitif

Sistem Informasi Strategis Untuk  Keunggulan  Kompetitif
Peran aplikasi  aplikasi sistem informasi dalam bisnis adalah  untuk memberikan dukungan yang efektif atas strategi perusahaan agar dapat memperoleh  keunggulan  kompetitif.   Peran strategi informasi ini melibatkan penggunaan teknologi informasi untuk mengembangkan berbagai produk,  layanan,  dan  kemampuan yang memberikan perusahaan keunggulan besar atas tekanan kompetitif dalam pasar global. 
1.          Konsep Dasar Keunggulan  Kompetitif
Sistem informasi strategis dapat dimanfaatkan  membantu perusahaan agar dapat bertahan  hidup  dan berhasil dalam jangka panjang dalam menghadapi tekanan kompetitif yang  membentuk  struktur  persaingan dalam  perusahaan.  Gambar 3.1  menunjukkan kerangka kerja konseptual strategi kompetitif.  Dalam model klasik Michael Porter mengenai strategi kompetitif, bisnis apapun yang ingin mempertahankan hidup  dan berhasil haruslah mengembangkan  serta mengimplementasikan  berbagai strategi  untuk secara efektif mengatasi :
a.         Pesaing  yang  sudah ada (rivalry  among existing competitor)
b.        Ancaman  pesaing  baru (threat of new entrants)
c.         Ancaman  produk  subtitusi/pengganti (threat of subtitute product and service)
d.        Kekuatan  tawar-menawar  dari  pelanggan (bargaining power of consumers)
e.         Kekuatan tawar-menawar dari pemasok (bargaining power of suppliers)
Bisnis dapat mengatasi berbagai ancaman tekanan kompetitif  yang dihadapi perusahaan dengan  mengimplementasikan strategi :
1.1      Strategi Kepemimpinan dalam  biaya.  Menjadi produsen produk dan jasa  yang berbiaya rendah dalam industri. Selain itu perlu itemukan berbagai cara untuk membantu para pemasok atau pelanggan mengurangi biaya mereka atau meningkatkan biaya peasingnya.
1.2      Strategi Diferensiasi. Mengembangkan berbagai cara untuk melakukan diferensiasi produk dan jasa perusahaan dari para pesaingnya atau mengurangi keunggulan diferensiasi para pesainnya.  Al ini dapat memungkinkan perusahaan dapat berfokus pada produk atau jasa agar  mendapatkan keunggulan dalam segmen atau ceruk tertentu suatu pasar.
1.3      Strategi Inovasi.  Menemukan berbagai cara baru untuk melakukan bisnis hal ini dapat melibatkan pengembangan berbagai produk dan jasa yang uni, atau masuk ke dalam pasar atau ceruk  pasar yang unik.  Hal ini juga dapat melibatkan pelaksanaan  perubahan yang radikal atas proses bisnis dalam memproduksi atau mendistribusikan produk dan jasa yang begitu berbeda dari cara bisnis yang dilakukan, hingga dapat mengubah struktur dasar industri.
1.4     Strategi  Pertumbuhan.  Secara signifikan memperluas kemampuan perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa, memperluas ke pasar global, melakukan diversifikasi produk dan jasa baru, atau berintegrasi dengan produk dan jasa yang berhubungan.
1.5      Strategi Persekutuan.  Membuat hubungan dan persekutuan bisnis baru dengan para pelanggan,  pemasok, pesaing,  konsultan, dan perusahaan-perusahaan lainnya.  Hubungan ini meliputi merger, akuisisi, joint venture, membentuk perusahaan virtual, atau kesepakatan pemasaran, manufaktur, atau distribusi antara suatu bisnis dengan mitra dagangnya.
Suatu perusahaan dapat mencapai keunggulan kompetitif  melalui penggunaan sumber daya virtualnya.  Di dalam bidang sistem informasi keunggulan kompetitif (competitive advantage) mengacu pada penggunaan informasi  untuk mendapat pengungkitan (leverage) di dalam pasar. 
Menurut Porter (dalam McLeod : 2007)  perusahaan akan   meraih  keunggulan kompetitif  dengan   menciptaan rantai  nilai (value chain), seperti yang tampak dalam gambar  3.2   yang terdiri atas aktifitas utama dan pendukung yang memberikan kontribusi kepada  margin.   Margin adalah  nilai  dari produk dan jasa perusahaan setelah dikurangi harga pokoknya,  seperti yang diterima pelanggan perusahaan.  Meningkatkan  margin adalah tujuan  dari  meningkatkan   rantai  nilai. Perusahaan   menciptakan   nilai dengan melakukan aktifitas  nilai (value activities).  Aktifitas nilai terdiri atas dua jenis :  utama dan pendukung.  
 Aktifitas nilai utama ditunjukkan dalam  lapisan bawah gambar 3.2.  yang terdiri dari logistik input yang mendapatkan bahan baku dan persediaan dari pemasok,  Operasi perusahaan yang merubah  bahan baku  menjadi barang jadi,  logistik output  yang memindahan barang pada pelanggan, operasi pemasaran dan penjualan yang  mengidentifikasi   kebutuhan pelanggan dan mendapatkan pesanan, dan aktifitas yang  mejaga hubungan  pelanggan yang baik setelah penjualan.  Aktifitas nilai utama ini mengelola aliran sumber daya fisik perusahaan.
Atifitas nilai pendukung mencakup infra  struktur  perusahaan - bentuk organisasi yang secara umum akan mempengaruhi seluruh aktifitas utama.  Selain itu, tiga aktifitas akan  mempengaruhi aktifitas utama  :  manajemen sumber daya manusia, pengembangan teknologi, dan pengadaan (pembelian). Setiap aktifitas juga akan  menggunakan dan menciptakan informasi.   Contoh : spesialis informasi di dalam unit jasa informasi dapat menggabungkan basis data pembelian komersial, peralatan   komputasi  yang disewa, dan program-program yang dikembangkan   sendiri untuk menghasilkan informasi pendukung bagi para eksekutif  perusahaan.
  1. Penggunaan Strategis Teknologi Informasi
Teknologi informasi dapat  dimanfaatkan untuk mengimplementasikan lima  srategi kompetitif dasar  dari Porter tersebut.  Perusahaan menggunakan sistem informasi  strategis,  misalnya dengan menggunakan teknologi internet  untuk bisnis elektronik dan aplikasi perdagangan. Upaya perusahaan  melalui pemanfaatan Teknologi informasi untuk meraih peningkatan efisiensi ,  menciptakan peluang bisnis baru ,  memelihara hubungan baik dengan pelanggan dan pemasok.
Adapun strategi dasar penggunaan  teknologi informasi  (TI)  dalam bisnis adalah :
2.1.Biaya yang lebih rendah
a.       Gunakan TI untuk mengurangi secara mendasar biaya proses bisnis
b.      Gunakan TI untuk menurunkan biaya pelanggan atau pemasok
2.2.Diferensiasi
a.        Kembangkan berbagai fitur TI baru untuk melakukan diferensiasi produk dan  jasa
b.      Gunakan berbagai fitur TI untuk mengurangi keunggulan diferensiasi para  Pesaing.
c.       Gunakan berbagai fitur TI untuk memfokuskan diri pada ceruk pasar yang    dipilih
2.3.Inovasi
a.      Buat produk dan jasa baru yang memasukkan berbagai komponen TI
b.      Kembangkan pasar baru atau ceruk pasar baru yang unik dengan bantuan TI
c.       Buat perubahan radikal atas proses bisnis dengan TI yang secara dramatis   akan memangkas biaya, meningkatkan kualitas, efisiensi, atau layanan  pelanggan, atau mempersingkat waktu ke pasar
2.4.Mendukung Pertumbuhan
a.         Gunakan TI untuk mengelola perluasan bisnis secara regional dan global
b.        Gunakan TI untuk mendiversifikasi serta mengintegrasikan produk dan jasa  lainnya.
2.5.Kembangkan Persekutuan
a.         Gunakan TI untuk membuat organisasi virtual yang terdiri dari para mitra bisnis
b.        Kembangkan sistem informasi antar perusahaan yang dihubungkan oleh internet dan ekstranet yang akan mendukung hubungan bisnis strategis dengan  para pelanggan, pemasok, subkontraktor, dan pihak lain.
3.      Strategi  Kompetitif  lainnya
Apakah TI  bisa  berperan dalam  memenangkan  persaingan  dibawah tekanan yang serba kompetitif ?  Menurut   Mc Farlan dan  Mc Kenny  menjawab  pertanyaan tersebut di atas dengan mengajukan 5 (lima) pertanyaan  berikut ini :

3.1.Dapatkah  TI merubah dasar persaingan ?
Pertanyaan ini diajukan untuk menjawab ancaman dari pesaing-pesaing yang sudah ada. TI harus bisa berperan  merubah dasar cara bersaing. Contoh terbaik adalah penjualan buku lewat internet yang  dilakukan oleh www.amazon.com yang revolusioner. Dan ketika perusahaan sejenis mulai bermunculan, amazon.com segera merubah  taktik dengan  menjalin kerjasama dengan situs-situs terkemuka di dunia dengan menempelkan bannernya dan perkembangan yang terjadi kemudian justru kini banya situs yang  mendaftarkan  diri ke amazon.com sebagai link dari amazon.com dengan pembagian keuntungan yang layak.

3.2.Dapatkah TI membangun halangan  untuk masuk bagi pesaing ?
Untuk mengatasi ancaman pesaing-pesaing baru, perusahaan dapat melakukannya dengan membangun halangan-halangan untuk masuk sebagai mekanisme pertahanan diri. Ada banyak cara untuk melakukan hal tersebut. Membuat produk skala ekonomis, membuat biaya berpindah, menguasai akses ke chanel distribusi, membuat produk atau jasa yang berbeda atau menciptakan biaya yang mahal untuk kompetisi.  Dalam bidang ini, TI disebut sebagai pemampu (enabler) karena memang potensial untuk menciptakan hal tersebut..

3.3.Dapatkah TI digunakan untuk menghasilkan produk-produk baru ?
Pertanyaan ini diajukan untuk menjawab ancaman dari produk-produk baru yang biasanya dimotori oleh bidang  Research and  Development yang didukung oleh TI yang canggih.

3.4.Dapatkah TI membangun biaya berpindah ?
Pertanyaan  ini berhubungan dengan kekuatan tawar-menawar dari para konsumen atau pelanggan. Sudah diakui oleh kalangan bisnis jika para pelanggan memiliki kekuatan tawar-menawar. Untuk menjadikan pelanggan tetap setia dan loyal, kekuatan tawar-menawar pelanggan tersebut harus dikurangi. Pelanggan harus dikunci untuk tetap setia dan loyal. Cara yang paling efektif untuk mengunci pelanggan agar tetap loyal adalah dengan menimbulkan switching costs/biaya berpindah. 
Contoh lain  adalah dari perusahaan  McKesson corp, sebuah perusahaan obat.   McKesson memberikan terminal-terminal kepada para pelanggannya, toko-toko obat dan apotik yang digunakan untuk pemesanan obat secara online. Pelanggan McKesson mempunyai 2 (dua) alternatif, memesan obat pada McKesson dengan beberapa keuntungan dengan menghemat beberapa macam biaya seperti biaya kesalahan, biaya finansial, biaya waktu dan biaya kenyamanan. Atau memesan ke supplier obat lainnya dengan mengeluarkan biaya pulsa telepon, biaya kertas faks, resiko kekeliruan dalam pemesanan dan kekurang nyamanan dalam melakukan pemesanan.

3.5.Dapatkah TI merubah keseimbangan kekuatan dari hubungan dengan pemasok ?
Pertanyaan ini adalah untuk  menjawab ancaman kekuatan tawar-menawar dengan pemasok/supplier. Pemasok mempunyai kekuatan tawar-menawar untuk menentukan harga barang dan waktu pengiriman barang terutama untuk barang yang langka atau cepat terserap habis di pasaran atau barang-barang yang memiliki permintaan yang tinggi dari konsumennya. Kekuatan pemasok tersebut bisa diimbangi dengan cara  menimbulkan persaingan antar pemasok dan memilih pemasok yang terbaik.

Salah satu contohnya adalah ritel WalMart dan Macro (Indonesia). Perusahaan tersebut meminta pemasoknya untuk mengontrol sendiri inventorinya masing-masing dan mengecek faktur pengiriman dan tagihan-tagihan pemasok itu sendiri via web/internet maupun saling menghubungkan TI dengan para pemasoknya.  Dengan cara ini, Wal Mart dan Macro dapat menghemat biaya persediaan barang dan biaya-biaya administrasi lainnya dan meningkatkan akurasi data serta efesiensi kerja serta memilih pemasok yang terbaik untuk memasarkan produk-produk sejenis.

4.      Daftar Istilah Penting
1)        Pesaing  yang  sudah ada (rivalry among existing competitor)
2)        Ancaman  pesaing  baru (threat of new entrants)
3)        Ancaman  produk  subtitusi/pengganti (threat of subtitute product and  service)
4)        Kekuatan  tawar-menawar  dari  pelanggan (bargaining power of consumers)
5)        Kekuatan  tawar-menawar dari pemasok (bargaining power of suppliers)
6)        Rantai  Nilai  (Value Chain)
7)        Biaya  berpindah (switching  costs)

0 comments:

Post a Comment